Penelitian Jadi Mudah…

Penelitian Jadi MudahPada kesempatan kali ini saya ingin berbagi informasi mengenai aplikasi Mendeley. Saya ingat dulu ketika mengerjakan skripsi dan menulis karya ilmiah untuk ikut lomba-lomba, mencari jurnal referensi itu ribet, pertama-tama saya mencari judul jurnal terlebih dahulu di website ISJD LIPI (sebelumnya di website ini langsung tersedia file pdf-nya), lalu setelah mendapatkan judul yang di inginkan, mencari jurnal lengkapnya di google yang kadang file-nya tidak tersedia, sehingga harus mencari judul lainnya lagi.

This slideshow requires JavaScript.

Tetapi tidak pada aplikasi Mendeley ini. Saya pertama kali mendapat informasi tentang aplikasi ini dari Pak Syaefudin, salah satu dosen di IPB yang juga anggota MITI. Beliau memposting informasi tentang aplikasi ini di facebook, dan ketika membaca informasi tersebut, saya langsung mencari aplikasi tersebut di google lalu men-download dan mencobanya. Setelah mencoba, saya berani untuk menulis tentang aplikasi ini di blog dan merekomendasikan pada para peneliti yang dalam proses mengerjakan tesis atau karya ilmiah lainnya, insya Allah sangat membantu.

Aplikasi MendeleyAplikasi Mendeley ini adalah perangkat lunak pengelola data. Tiga manfaat utama dari aplikasi ini yaitu peneliti bisa mencari jurnal referensi dengan lebih mudah, lalu bisa membuat database file-file jurnal agar lebih rapi sehingga membantu mencari jurnal yang diinginkan dengan lebih cepat, dan bisa mencantumkan referensi dalam daftar pustaka secara otomatis.

Ini saya tunjukkan salah satu pemanfaatan aplikasi ini, melalui aplikasi ini saya bisa dengan mudah mencari jurnal-jurnal referensi. Dengan mengetik tema atau keyword, contoh saya ingin mencari jurnal-jurnal tentang akuntansi syariah.

mencari jurnal referensi

Ketersediaan jurnal cukup banyak (lihat lingkaran merah) dan ada sebagian yang langsung tersedia full versi-nya (lihat lingkaran hijau).

Review full versi-nya

Ini contoh review salah satu jurnal yang tersedia full versi-nya. Langsung tampil dan masih dalam satu aplikasi ini.

Itu adalah salah satu contoh pemanfaataan aplikasi ini, dan untuk dua bentuk pemanfaatan lainnya, rekan-rekan bisa tonton tutorial berikut;

Dengan tiga manfaat utama aplikasi ini, penelitian bisa lebih mudah. Untuk itu saya merekomendasikan rekan-rekan untuk menggunakan aplikasi ini. Aplikasi ini gratis, rekan-rekan tinggal search di google tutorial peng-install-annya ke dekstop laptop atau bisa lihat tutorial pemasangannya di link ini, Perpustakaan UGM.

Melalui sarana ini, mudah-mudahan budaya penelitian bisa semakin berkembang, mengingat penelitian di Indonesia masih jauh tertinggal di bandingkan negara-negara lainnya, sebagai contoh misalnya perbandingan antara Indonesia dan Malaysia. Total karya ilmiah dari gabungan empat perguruan tinggi negeri (PTN) top di Indonesia meliputi Universitas Indonesia (UI), ITB, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 2011 hanya sebanyak 4.784 judul. Sedangkan karya ilmiah yang dihasilkan Universiti Sains Malaysia sebanyak 9.649 judul. Total judul karya ilmiah yang dihasilkan para center of excellences ini masih kalah jauh dari judul karya ilmiah yang dihasilkan Universiti Sains Malaysia. Apalagi jika dibandingkan dengan National University of Singapore, yang mencapai 59.290 judul pada tahun yang sama.

Adapun faktor-faktor pembeda yang menyebabkan rendahnya budaya penelitian ini (di ambil dari panduan Training Kelembagaan MITI KM), diantaranya :

Faktor pembeda

Dalam negeri

Luar negeri

Motivasi mahasiswa

· Memenuhi syarat tugas akhir untuk kelulusan.
· Syarat ikut perlombaan ilmiah.
· Menjalankan proyek penelitian di laboratorium.
· Publikasi journal atau konferensi.
 

Sarana dan prasarana

· Tidak meratanya infrastuktur pendidikan di daerah.
· Rendahnya kuantitas dan rujukan publikasi ilmiah (citation) yang bisa diakses bebas oleh mahasiswa.
· Dana riset masih terbatas
· Sarana dan prasarana mendukung dalam melakukan penelitian.
· Mudahnya akses journal international di kampus
· Dana riset melimpah

 Kegiatan riset

· Riset yang dilakukan masih berbasis keinginan (research by seed).
· Pendampingan dosen kurang optimal.
· Riset yang dilakukan sudah berbasis kebutuhan (research by need)
· Pendampingan dosen optimal

 Hasil riset

· Hasil riset lebih sering berhenti di perpustakaan.
· Publikasi hasil riset masih sangat minim.
· Minimnya sinergi antara akademisi (univ), pihak bisnis dan pemerintah (sinergi ABG) dalam penanganan riset dalam negeri
· Hasil riset inovatif didanai untuk didorong menjadi bisnis baru.
· Publikasi hasil riset merupakan keharusan.
· Optimalnya sinergi ABG untuk mendorong tumbuhnya riset aplikatif inovatif demi kemajuan industri nasional di pasar global.

Pada bagian sarana dan prasarana dapat dilihat bahwa apa yang menjadi kekurangan penelitian di dalam negeri adalah rendahnya kuantitas dan rujukan publikasi ilmiah (citation) yang bisa diakses bebas oleh mahasiswa. Dan menurut saya, Mendeley merupakan salah satu solusi dari permasalahan tersebut. Selamat Mencoba!

Semoga Bermanfaat, Salam Peradaban!
24th sudah, di amanahi untuk beribadah pada-Nya, 20 Mei 1991-2015

2 thoughts on “Penelitian Jadi Mudah…

  1. Thanks buat infonya mas. sangat membantu sekali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s