Persiapan mendapatkan Beasiswa Luar Negeri (2)

Bismillah…. Melanjutkan tulisan sebelumnya (Persiapan mendapatkan Beasiswa Luar Negeri), yangmana sudah saya jelaskan tentang dua berkas pokok dalam lamaran beasiswa Luar negeri yaitu sertifikat bahasa inggris (TOEFL/IELTS) dan surat rekomendasi. Persiapan mendapatkan Beasiswa Luar Negeri 2

Berikut saya tampilkan kembali daftar berkas-berkas yang calon-calon scholarship hunter harus siapkan, Berkas-berkas pokok :

  1. Sertifikat TOEFL/IELTS dengan skor tertentu
  2. Surat Rekomendasi
  3. Ijazah & Transkrip Translate

dan, berkas-berkas pendukung lain yang di syaratkan oleh penyedia beasiswa tertentu:

  1. Passport
  2. Curriculum Vitae (CV)
  3. Letter of intent
  4. Personal Statement
  5. Study Plan
  6. Sertifikat-sertifikat
  7. Essay dengan tema-tema tertentu
  8. Abstract Thesis

Bahasan selanjutnya adalah Ijazah & Transkrip translate. Biasanya yang menjadi persoalan dalam menyediakan berkas ini adalah ijazah dan transkrip yang diterbitkan oleh universitas masih dalam bahasa Indonesia. Memang ada beberapa universitas negeri atau swasta yang menerbitkan ijazah dan transkrip dalam format dua bahasa sekaligus (bahasa Indonesia dan bahasa inggris), sehingga tidak perlu di translate lagi. Tapi tidak jarang juga universitas yang hanya menggunakan format satu bahasa dalam menerbitkan ijazah dan transkripnya. Lalu bagaimana solusinya jika hal ini yang terjadi?

Ada dua langkah yang rekan-rekan bisa lakukan, yaitu

  1. Minta translate langsung ke universitas Jika rekan-rekan masih tinggal di daerah dimana kampusnya berada, rekan-rekan bisa minta translate pihak rektoratnya. Cara ini lebih hemat tapi cenderung lama, tergantung kinerja pelayanan di kampusnya masing-masing.
  2. Menggunakan jasa Translator Tersumpah Jika tidak memungkinkan untuk minta translate ke kampus, mungkin karena sudah pulang ke daerah masing-masing atau sudah merantau ke negeri yang lain, rekan-rekan bisa memanfaatkan jasa translate dari translator-translator tersumpah yang biasanya bisa kita temui di lembaga-lembaga bahasa dimana kita berada saat itu. Biaya untuk translate ini berkisar antara 75-100 ribu rupiah per lembar. Jangka waktu penerjemahan sekitar 1 pekan. Jadi nanti rekan-rekan cukup dengan mengirimkan hasil scan ijazah dan transkripnya ke email translator penerjemah, dalam sepekan atau lebih, translator akan mengirimkan hasilnya, melalui email dan/atau dalam bentuk hard copy nya juga. Ini salah satu contoh ijazah translate (ijazah SMA) punya teman saya yang menggunakan jasa translator tersumpah:

Saran untuk berkas ini, ketika rekan-rekan selesai di wisuda, sebaiknya langsung di urus ke rektorat/dekanat, sehingga mau kemana pun rekan-rekan pergi atau merantau setelahnya, tidak harus kembali lagi ke kampus dan bisa berhemat karena tidak perlu lagi menggunakan jasa translator.

Oke, lanjut pada berkas berikutnya, yaitu Passport. Tentang passport, saya ingin menceritakan sedikit tentang hal ini. Pada masa-masa pendaftaran beasiswa Turki bulan maret lalu, di grup whatsapp Turkiye Burslari Master Candidate banyak yang ribut karena terkendala dalam pembuatan passport, pada saat itu, isu tentang WNI hilang di Turki dan diduga bergabung dengan ISIS sedang ramai diberitakan. Sehingga ada bentuk pengetatan dalam pembuatan passport bagi mereka yang bertujuan ke Turki. Saya yang kebetulan saat itu sudah buat passport sebulan sebelumnya merasa bersyukur karena tidak harus menghadapi kendala seperti itu. Dan pelajaran yang saya ambil ketika membaca pesan-pesan di grup itu adalah mempersiapkan berkas yang satu ini lebih awal dan tidak mendekati deadline.

Passport memang bukanlah syarat utama, bahkan ada yang bisa digantikan dengan tanda pengenal lainnya seperi KTP, KK, dll. Tapi adanya passport akan memberi pertimbangan lebih panitia penyeleksinya terhadap lamaran kita. Adanya passport menunjukkan bahwa kita selangkah lebih siap untuk studi ke luar negeri dan menunjukkan kesungguh-sungguhan dan keseriusan kita dalam lamaran tersebut. Maka persiapkanlah dari sekarang!

Bagaimana caranya? Dalam proses pembuatan passport, ada beberapa berkas yang rekan-rekan harus siapkan, yaitu

  • Kartu tanda penduduk yang masih berlaku ;
  • Kartu keluarga;
  • Akta kelahiran/akta perkawinan/buku nikah/ijazah.

Semua berkas tersebut dibawa ke kantor imigrasi dalam bentuk aslinya dan harus di pastikan bahwa data yang ada di KTP tidak berbeda dengan data yang tercantum di dalam Kartu Keluarga. Setelah semua dokumen tersebut siap, langkah selanjutnya siapkan uang untuk biaya pembuatannya sebesar 350 ribu (untuk biaya terbaru bisa di lihat di website Ditjen Imigrasi). Pembuatan passport ini berdasarkan pengalaman dilakukan dalam dua tahap, pertama mengisi formulir lalu mengantri untuk di foto dan di wawancarai. Setelah itu pergi ke Bank BNI, melakukan pembayaran, ketika itu dikenakan biaya administrasi sebesar 10 ribu, jadi total keseluruhan 360 ribu. Sepekan setelah itu, kembali lagi ke kantor imigrasi untuk menyerahkan kuitansi pembayaran dan menerima passport yang telah selesai di cetak. Ini contoh passportnya.contoh PASSPORTSeperti itulah tahapannya kurang lebih. Demikianlah untuk pembahasan dua berkas ini. Semoga rekan-rekan lancar dalam proses mempersiapkannya. Untuk berkas-berkas lainnya, di lain kesempatan akan di bahas kembali. insya Allah.

Semoga Bermanfaat, Salam Peradaban!
Dalam Penantian Turkish Scholarship Announcement, 13.05.2015
Selamat milad ke 15, FoSSEI Ekonom Rabbani, Bisa….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s