Impian dan Nafsu

Mana yang akan menjadi pemenang diantara keduanya? Impiankah atau sebaliknya, nafsu yang akan menjadi pemenang? Entahlah!

Impian dan Nafsu

Inilah pertarungan terbesar dalam hidupku. Dalam setahun terakhir sejak ku memutuskan untuk menjadi bagian dari batu bata kebangkitan peradaban Islam, ku menjadikan nafsu yang menurut Imam Al Ghazali merupakan hal yang paling besar dalam dunia ini sebagai musuh utama. Menjadi bagian dari batu bata kebangkitan peradaban Islam itu dengan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai alat utamanya. Sebagaimana tulisan yang pernah saya publish di blog ini (Pencari Ilmu yang Bangkrut), bahwa Ilmu pengetahuan sangat bertolak belakang dengan kemaksiatan yang merupakan hasil dari dorongan nafsu. Menuntut ilmu yang diiringi dengan kemaksiatan sama seperti menimba air dengan jaring, sia-sia.

Cita-cita menjadi bagian dari batu bata kebangkitan peradaban Islam itu saya rumuskan dalam langkah-langkah yang lebih konkrit yaitu salah satunya impian untuk Study in Turkey. Keputusan saya melanjutkan studi ke Turki banyak yang menanyakannya, mengapa Turkey, Why Turkey? Menanggapi hal tersebut, sebenarnya alasan saya awalnya itu lebih karena kecenderungan hati, saya telah jatuh cinta, saya telah tertarik ketika pertama mengenalinya, namun dalam perjalanan menujunya, saya coba menyampaikan alasan yang lebih konkrit, selain untuk lebih menguatkan niat juga untuk membuka wawasan bagi calon-calon scholarship hunter dalam memilih negara tujuannya.

Ini sebenarnya berawal ketika saudara seperjuangan di FoSSEI, Ahmad Baehaqi yang juga merupakan pimpinan saya di organisasi ini, Presidium Nasional 1 periode 2012-2013, mengatakan bahwa ia ingin melanjutkan studi ke Turkey, tepatnya di Istanbul University, saya yang ketika itu masih menganggap bahwa kuliah keluar negeri sebagai sesuatu yang mustahil untuk mahasiswa seperti saya yang hanya sok sibuk dengan berbagai aktivitas sosial, IPK yang pas-pasan, dan penguasaan bahasa asing yang masih sangat lemah. Namun, beriring waktu berjalan, mendekati masa-masa akhir studi, saya pun mulai memikirkan arah perjalanan hidup selanjutnya, dan tepat di awal tahun 2014, akhirnya saya memutuskan untuk mengambil jalan pengabdian melalui ilmu pengetahuan dan mulai menyusun rencana langkah-langkah untuk menggapainya. Pernyataan Baehaqi saat itu menjadi referensi awal saya untuk menyusun rencana ini, dimulai dengan mencari segala info tentang Turkey, universitas-universitasnya, lingkungannya, kondisi politiknya, dll. sampai akhirnya saya jatuh cinta dengan kebesaran nilai-nilai sejarahnya. Bahkan saya sampai membeli buku yang berbicara banyak tentang Turkey, yaitu buku  Kebangkitan PosIslamisme (AKP Turki) karya Ahmad Dzakirin.

Dalam bukunya tersebut di jelaskan bagaimana dalam periode 10 tahun perubahan signifikan telah di capai, baik dalam kehidupan politiknya, ekonomi, sosial dan agama. Beberapa capaian yang cukup fenomenal yang sudah banyak di share juga melalui media-media sosial, di antaranya:

  1. Produk Domestik Nasional Turki di tahun 2013 mencapai 100M dolar Amerika, menyamai pendapatan gabungan 3 negara dengan ekonomi terkuat di Timur Tengah; Arab Saudi, Uni Emirat arab, Iran, dan ditambah dengan Yordan, Suriah dan Libanon.
  2. Dalam 10 tahun pemerintahannya telah mendirikan 125 universitas baru, 189 sekolah baru, 510 rumah sakit baru dan 169.000 kelas baru yang modern, sehingga rasio siswa perkelas tidak lebih dari 21 orang.
  3. Dalam 10 tahun terakhir, pendapatan perkapita penduduk Turki yang dahulunya hanya 3500 dolar pertahun, meningkat pada tahun 2013 menjadi 11.000 dollar pertahun, lebih tinggi dari perkapita penduduk Prancis. Dan Erdogan naikkan nilai tukar mata uang Turki 30 kali lipat!
  4. Di negara Turki, gaji dan upah meningkat mencapai 300%. Dan gaji pegawai baru meningkat, dari 340 lira Turki menjadi 957 lira. Dan jumlah pencari kerja menurun dari 38% menjadi 2%.
  5. 10 tahun lalu, ekspor Turki hanya 23 milyar dolar. Sekarang meningkat menjadi 153 milyar dolar, mencapai 190 negara. Yang paling banyak adalah mobil, yang kedua peralatan elektronik. Setiap 3 perangkat elektronik di Eropa, satunya adalah produk Turki.
  6. Di Turki, anggaran pendidikan dan kesehatan, mengungguli anggaran pertahanan, dan gaji guru sebesar gaji dokter.
  7. Pemerintah Erdogan mengawali pengolahan sampah menjadi pembangkit tenaga listrik, yang digunakan oleh sepertiga penduduk Turki. Dan energi listrik sudah dinikmati 98% penduduk Turki.
  8. dan capaian-capaian lainnya.

Amazing, capaian-capaian luar biasa inilah yang semakin menguatkan niatku untuk melanjutkan studi ke negara ini. Maka tak heran ketika di buka pendaftaran beasiswa Turkiye Burslari bulan maret lalu peminatnya mencapai 95 ribu pelamar. Saya tertarik untuk mendalami bagaimana langkah-langkah yang pemerintah Turki ambil sehingga mampu meraih pencapaian-pencapaian signifikan ini. Dengan mempelajari ini, akan menjadi bekal berharga untukku nanti mengabdi pada masyrakat, negara dan agama.

Dalam perjalanan mendapatkan beasiswa ini, saya sejak awal sudah mengukur apa yang menjadi kekuatan dan juga kelemahan, mungkinkah aku bisa dapatkannya? Setelah melakukan analisa awal, hasilnya menujukkan bahwa sebenarnya saya sudah kalah sejak awal, tidak ada strength yang mencolok yang bisa menjadi alasan mengapa saya layak untuk dapatkan beasiswa ini nanti. IPK pas-pasan, prestasi akademik minim, kemampuan bahasa inggris (TOEFL) belum memenuhi standar, thesis belum siap, modal juga tidak ada. Maka pertanyaan besar saya ketika itu, mungkinkah?

Pada seleksi administrasi saja, saya melihatnya ini seperti kompetisi antara pemenang olimpiade dengan peringkat juru kunci di kelas, impossible bisa menang. Tetapi yang terus menjaga asa, lilin harapan dalam hati ini adalah hikmah dari kisah perang Badar dimana perbandingan yang hampir serupa dengan kondisi saya saat ini, saya yang hanya mengandalkan ijazah S1 dengan IPK pas-pasan menghadapi kompetitor yang melampirkan juga sertifikat prestasi-prestasi akademiknya bahkan hingga yang tingkat internasional, sama seperti pasukan Muslim yang berjumlah 313 orang bertempur menghadapi pasukan Quraisy yang berjumlah 1.000 orang. Tidak sebanding, tetapi tetap bisa menang. Dan yang menjadi penyebab utama kemenangan tersebut adalah pertolongan yang Maha Kuasa. yah, point “pertolongan yang Maha Kuasa” inilah yang menjaga asa ku bahwa semua ini possible.

Sehingga sejak awal menjalani proses ini, “pertolongan yang Maha Kuasa” inilah yang ku berusaha dapatkan. Berkaca pada pengalaman ketika tes seleksi masuk perguruan tinggi 5 tahun yang lalu, pun semua berkat pertolongan-Nya, Allah swt. Pada proses ini, saya juga mengandalkan hal serupa yaitu “pertolongan yang Maha Kuasa”.

Untuk dapatkan pertolongan itu syaratnya adalah terdapat hubungan yang baik antara makhluk dan Yang Maha Kuasa nya tersebut. Hubungan baik itu tercipta dengan menjalankan apa yang di perintah dan di mintakan-Nya (setia), dan tidak pernah mengkhianati-Nya (melanggar larangan-Nya). Dan, inilah salah satu alasan saya menempatkan nafsu sebagai my main enemy, yakni agar hubungan baik itu tetap terjaga, dan dengan itu, pertolongan akan datang, dan akhirnya impian ini pun tercapai.

Namun pada kenyataannya, saya tetaplah manusia tempatnya salah dan lupa berada, manusia yang hidup di akhirnya zaman dimana semua jenis kemaksiatan menjadi seolah biasa. Narkoba, pornografi, korupsi, riba, zina, dll. yangmana masih sangat rentan untuk tergoda.

Maka inilah pertarungan terbesar dalam hidupku ini, mana yang lebih besar, keinginanku pada impian atau keinginanku mengikuti hawa nafsu?

Wallahu A’lam Bishawab.
Dalam penantian Turkish Scholarship Announcement, 12.05.2015

3 thoughts on “Impian dan Nafsu

  1. salam febri, setahu saya beberapa teman yg juga mendaftar dan dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi sudah mendapat notifikasi email… mungkin jika sampai hari ini kamu belum mendapatkan notifikasi ada baiknya kamu cek spam email kemungkinan kamu lolos masih ada… sukses ya.

  2. aamiin ya Allah. he, insya Allah abla.
    udah, udah di cek, email dan di website pendaftarannya juga.
    statusnya masih being considered.

    cuman plan B, C, dan Z udah siap, jika memang Turki blum berjodoh.
    ni sudah menjajaki arab saudi, filandia, swiss, german, dan bbrpa ngra lainnya. Insya Allah masih banyak pintu yg bisa di ketuk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s