Mutiara Hikmah

Dear Diary,mutiara hikmah

ini merupakan kumpulan catatan pada tiap-tiap episode kehidupan yang ku jalani yang hadir dalam bentuk yang berbeda-beda, ada yang berupa kalimat motivasi, puitis, filosofis, kutipan, keluhan dan bahkan hanya sebuah catatan peristiwa. Catatan-catatan ini setidaknya mampu membangkitkan ingatanku akan apa yang pernah di lalui, menghadirkan tawa, senyum kecil dan bahkan rasa sesal beriring untaian kata ampun pada-Nya. Bismillah.. ku tulis dengan niat kebaikan.

“Kebiasaan menunda membuat akumulasi kerja menjadi kehilangan usia suksesnya.”

“Bersabarlah dalam menjalani kehidupan, karena buah kesabaran itu menentramkan jiwa seperti halnya ketika berbuka, yang terucap adalah syair nan indah, pujian bagi Allah.”

“Menulislah tanpa mengkhawatirkan kualitasnya, karena ia refleksi kualitas diri, maka biarkan ia jujur apa adanya.”

“Bersungguh-sungguhlah dalam berproses, karena usianya terbatas.”

“The most dangerous thief is a heart thief. The thief will take whatever you have. Your hopes, happiness, desires, and spirits will be stolen. Today, someone I like is named a heart thief because she has already stolen my hopes, happiness and spirits. Everyday I have died waiting for meeting with her. Whereas, indeed, she talked in the class that someone had stolen my heart. In fact, who has been stolen the heart is not her but me.”

“Cinta itu jorok, ditemukan dimana-mana. Dan cinta itu kurang ajar, datang tak di undang dan menetap selamanya.” (kutipan buku “Te-We”, karya Gol A Gong)

 “Ku tertawa juga terkadang meneteskan air mata kala membayangkan ketika mimpi-mimpi ini berhasil diwujudkan.”

“Waktuku habis memikirkan bagaimana bisa mencuri perhatianmu.”

“Kalau tidak bisa memberi manfaat pada orang lain, maka bukanlah termasuk kategori sebagai seorang Da’i.” (sebuah catatan)

“Tidak ada dakwah yang besar tanpa tantangan yang besar pula. Tantangan adalah momentum yang disediakan oleh Allah untuk membesarkan dakwah. Itu isyarat kemenangan.” (Kutipan Materi)

“Hal yang paling ingin ku ketahui dari kumpulan scholarship hunters ini adalah hal yang paling tersembunyi, hal yang paling rahasia dari diri mereka yakni Niat atau motivasi. Keingintahuan saya pada apa yang menggerakkan mereka untuk studi ke luar negeri, murni pengabdian pada bangsa kah, demi kehidupan dunia yang lebih baikkah, atau demi memenuhi hasrat diri bersenang-senang, entahlah!” (sebuah pengamatan)

“Dan hal yang paling ku hindari pada setiap langkah menggapai mimpi ini adalah pengenaan biaya. Hal ini dilatar belakangi keadaan keuanganku, meski orangtua mendukung secara moril namun tidak secara finansial. Dan saya tidak ingin mengubur mimpi ini hanya karena keterbatasan sekecil itu karena sebagaimana lagu yang sangat ku gemari di waktu duduk di bangku sekolah dasar mengajariku bahwa banyak jalan menuju Roma. Tidak bisa naik mobil, tetap bisa dengan jalan kaki.”

“Mimpi dan ikhtiarlah yang harus melangit dan tawakal yang harus menapak.” (kutipan status BBM Risa Imratus Sholiha)

“Ibu-ibu (kaum wanita) itu cenderung punya semangat yang lebih tinggi dalam menuntut ilmu di bandingkan bapak-bapak (kaum pria).” (sebuah kesimpulan, belajar ngaji bersama ibu-ibu)

“Memperebutkan beasiswa itu adalah tentang pertarungan siapa hunter sejati yang sesungguhnya.”

 “Menyiapkan plan B perburuan beasiswa itu seperti membuat perencanaan dengan dua asumsi, jika besok aku masih hidup dan jika besok hidupku berakhir. Dan Islam memberikan pengajaran yang sangat bijaksana dalam menghadapi dua asumsi itu yakni tetaplah menanam walau diantara keduanya akan terjadi. Jika masih hidup, hasilnya akan di nikmati di dunia ini, dan jika sudah meninggal, hasilnya akan di nikmati pada kehidupan setelahnya. Yang menjadi pertanyaan, menanam apakah yang bisa seperti itu? menanam kebaikan.”

“Cadangan optimisku mulai menipis, what should I do? Aku harus lebih mendekatkan diri lagi pada pemberi segala harapan, karena Dia lah sumber segala kekuatan.”

“Ada yang salah dalam proses mempelajari ilmu agama ini, mengapa tidak seantusias orang-orang barat yang sangat ingin mengetahui sampai mendetil tentang agama ini.” (sebuah renungan)

“Kebaikan itu pahalanya Allah lipat-lipatkan sedangkan keburukan nilainya tidak ada kelipatan. Kebaikan itu tidak bisa di bendung aliran jariyahnya, sedangkan keburukan bisa di stop dengan taubat. Lalu mengapa masih ada yang di yaumil akhir nanti yang timbangan keburukannya lebih berat dari timbangan kebaikannya?” (sebuah catatan materi)

“Sombong dan ria itu seperti semut hitam yang berjalan di batu hitam di waktu malam.” (sebuah kutipan)

“Dari satu ayat sederhana, orang-orang barat bisa mendapatkan sesuatu yang sangat luar biasa, lalu mengapa orang-orang timur yang tiap hari dijejali oleh ayat tersebut tidak mampu mengambil pelajaran dan manfaat yang banyak dari ayat tersebut.” (sebuah perenungan)

….to be continued….

“Siapa yang menanamkan kebencian ini padaku, sampaikan bahwa aku membencinya.”

“Saat jutaan kebaikan sedang berlomba mendapatkan tempat tertinggi di jannah-Nya, itu adalah saat dimana air mata ini membuncah dan menetes, Allahu Akbar.”

“Aku benci yang membenci kucing. Hanya karena khawatir ia buang kotoran sembarangan, tega membiarkannya hidup di jalanan. hah”

“Demi segala yang baik, halallah segala yang tidak baik.” (renungan)

“Allah dalam surah Al-Anfal membuat perbandingan tentang orang sabar, 100 orang sabar bisa mengalahkan 1000 orang musuh.”

“Ingat, kewajiban kalian banyak, tanggung jawab kalian sangat besar, hak umat yang harus kalian tunaikan semakin berlipat dan amanah yang dipikul semakin berat.” (materi kajian)

“Wahai guru kalian punya tanggung jawab besar, tugas kalian semakin berat, karena di saat bersamaan kalian berusaha meluruskan, ada juga yang berusaha membengkokkannya (porn, drugs, etc.), bahkan usaha mereka jauh lebih sungguh-sungguh dari usahamu.” (Selamat hari pendidikan, 2 mei 2015)

“Wahai calon istriku, bersediakah kau menemaniku dalam kesederhanaan, dan medayagunakan semua yang kita miliki untuk menolong orang lain. Aku ingin hidup dalam keabadian melalui amal-amal pengabdian.”

“Hutang budi itu bisa menjadi salah satu bentuk penjajahan, menjajah perasaan. Memang benar adanya, tapi tidak dalam Islam. Islam menganjurkan umatnya untuk saling tolong-menolong. Ada upaya saling, ada timbal balik, hari ini kita di tolong, di lain kesempatan kita yang menolong. Maka yang hadir bukan penjajahan, tapi ukhuwah (persaudaraan), Masha Allah, indahnya agama-Mu ini Ya Rabb.”

“Menuntut ilmu itu sepanjang hayat masih di kandung badan, maka tidak ada kata selesai, ia akan terus berlangsung. Namun, perlu di ingat bahwa ilmu yang tidak ada batasnya itu harus memberikan manfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat penuntutnya. Maka yang terpenting dalam perjalanan menuntut ilmu ini adalah bagaimana setiap ilmu yang di dapat itu dapat dijadikan alat untuk memberat timbangan kebaikan.” (renungan di depan lemari buku-buku tebal)

“Sebenarnya, langkah dakwah kita sederhana, cukup dengan memperbaiki diri, membangun keluarga yang rukun, lalu berdakwah pada masyarakat sekitar, dan semua itu sudah termasuk dalam rangkaian visi besar dakwah kita, yaitu membangun peradaban.” (materi kajian)

“Ku ingin tampil melalui tulisan, bukan penampilan.” (tanggapan pada layar BBM yang penuh foto selfie)

“Aku takut lalai atas amanah ini, yang seharusnya menjadi eskalator untuk menuju surga, malah jadi sebaliknya, tangga menuju ke neraka. Semoga kita bisa amanah pada amanah kita masing-masing.” (Dept. Jnk 2015)

“Ku bertanya pada diri sendiri tentang kehendak Allah pada makhluknya, jika dunia hanyalah persinggahan, maka mengapa Allah memerintahkan juga pada makhluknya untuk bersungguh-sungguh dalam proses ini. Dan jawaban yang ku dapat adalah nasehat, yaitu “jangan buru-buru memikirkan kepulangan sehingga melupakan bahwa pulang ke kampung akhirat itu perlu bekal. Pulang tanpa bekal, tak akan sampai.”

“Sukses adalah habisnya jatah gagal.”

“Berhati-hatilah dalam membuat statement, karena ia menjadi salah satu bagian yang akan kita tinggalkan setelah mati.”

“Lihatlah betapa optimisnya diri ini akan hasil yang akan Allah takdirkan dalam lamaran beasiswa Turki ini, Arab Saudi semakin jelas jalan menujunya.”

….to be continued….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s