Persiapan mendapatkan Beasiswa Luar Negeri

Bismillah…

Apa yang harus dipersiapkan untuk mendapatkan beasiswa luar negeri?Persiapan mendapatkan Beasiswa Luar Negeri

Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi informasi seputar persiapan untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri terkhusus bagi calon-calon Scholarship Hunter yang baru atau akan menyelesaikan studi S1 ataupun SMA. Meskipun saya belum berhasil mendapatkannya (masih proses), namun pengalaman beberapa kali apply beasiswa menjadi modal saya untuk menulis dan membagikannya pada rekan-rekan sekalian.

Hampir bisa dipastikan keseluruhan penyedia beasiswa luar negeri mensyaratkan berkas-berkas pokok di bawah ini untuk di penuhi oleh pelamar:

  1. Sertifikat TOEFL/IELTS dengan skor tertentu
  2. Surat Rekomendasi
  3. Ijazah & Transkrip Translate

dan, berkas-berkas pendukung lain yang di syaratkan oleh penyedia beasiswa tertentu:

  1. Passport
  2. Curriculum Vitae (CV)
  3. Letter of intent
  4. Personal Statement
  5. Study Plan
  6. Sertifikat-sertifikat
  7. Essay dengan tema-tema tertentu
  8. Abstract Thesis

Dari pengalaman saya menyiapkan berkas-berkas ini, saya akhirnya sadar bahwa orang-orang yang berhasil mendapatkan scholarship adalah orang-orang yang benar-benar siap dan bukanlah orang-orang yang hanya mengandalkan keberuntungan. Hal ini membuat saya mencoba men-teorisasi-kan makna sebuah kesuksesan bahwa sukses adalah pertemuan antara kesempatan dan kesiapan. Sehingga bagi kalian, calon-calon scholarship hunter, perkuat niat dan berproseslah dengan sungguh-sungguh dalam persiapan ini.

Sebelum saya menjelaskan terkait berkas-berkas diatas, saya ingin sedikit berbagi cerita tentang selintas pikiran saya ketika bergulat dengan berkas-berkas lamaran beasiswa ini, ketika itu kondisi batin saya sedang gelisah, sebagaimana kebanyakan kita merasakan ketika harapan seakan sudah pupus atau ketika nyali menciut melihat begitu banyak hunter-hunter lainnya. Di saat seperti itu, saya coba memotivasi dan menguatkan diri sendiri, kurang lebih dialog dalam batin saya saat itu seperti ini…

“Scholarship Hunter, hm… ya sebagaimana dalam film Hunter X Hunter, aku harus gesit dan pandai melihat peluang. Tidak mudah menyerah dan bersemangat seperti Naruto dan Lutfy One Piece yang punya tekad kuat ingin menjadi Hokage dan Raja Bajak Laut, sehingga mereka bisa menaklukkan musuh-musuhnya. Yah, aku harus perkuat lagi niat dan tujuanku sekuat tekad mereka itu sehingga tidak mudah menyerah dan bisa mengatasi yang ku persepsi dan orang lain anggap kita tidak bisa.. yah, aku harus bersemangat….”
Namun seketika pikirku saat itu membantah, “tapi kan mereka hanya karakter hasil khayal pembuatnya, tidak benar-benar real. Ada tauladan yang lebih nyata yang tekadnya sama kuat seperti tokoh-tokoh animasi itu, yaitu Khalifah Umar bin Khattab ra. Ingat tidak kisahnya, ketika Beliau pertama kali masuk Islam dan menyakini bahwa tiada Tuhan yang berhak di sembah selain Allah dan Muhammad saw adalah utusan Allah, dia menantang semua pemuka quraisy yang benci Islam dan ia siap mati atas apa yang telah diyakini dan dipilihnya tersebut. Seperti itulah aku ini seharusnya, mencapai keyakinan tertinggi seperti khalifah Umar ra. itu bahwa niatku kuliah luar negeri adalah pilihan yang tepat yang Allah pasti ridhoi dan totalitas (bersemangat) dalam meraihnya. SemangkAAAAA…..”

yah kurang lebih seperti itulah kecamuk dalam pikiran saya ketika itu, usaha mendapatkan beasiswa itu bisa di ibaratkan juga sebagai pendidikan pra study abroad. Kita dilatih untuk bersabar, berhari-hari berselancar di dunia maya, mencari segala hal, informasi terkait universitas yang dituju, belajar merencanakan masa depan dan bahkan kita yang masih nge-blank tentang tesis, dipaksa untuk merencanakannya lebih awal. Kerenkan didikannya..he

Contoh Sertifikat TOEFL

Oke masuk pada pembahasan tentang berkas, yang pertama yaitu sertifikat TOEFL/IELTS, skor minimal kebanyakan penyedia beasiswa syaratkan adalah 550 untuk TOEFL ITP, 90 untuk TOEFL IBT, dan 6.5 untuk IELTS. Apa yang membedakan ketiganya, yang paling utama perbedaannya adalah instansi atau universitas yang mau menerima sertifikat tersebut, TOEFL ITP atau TOEFL PBT (Paper Based Test) bisa dikatakan sertifikat yang daya tawarnya berada pada level terendah karena biaya testnya merupakan yang paling murah, hanya 355 ribu dan jenis testnya juga relatif mudah karena lebih sedikit (tidak ada test writing dan speaking seperti dua test lainnya) dan soalnya pilihan ganda. Sehingga kurang menyakinkan akan kemampuan pemegang sertifikat dalam menggunakan bahasa inggris ini. Universitas-universitas dan penyedia beasiswa yang masih menerima sertifikat ini kebanyakan adalah universitas dan penyedia beasiswa di luar eropa khususnya Inggris, seperti Asia dan timur tengah.

Lalu TOEFL IBT dan IELTS, kedua jenis test ini secara jumlah jenis test sama, ada writing dan speakingnya juga, disamping test yang memang sudah pasti ada, reading dan listening. Hanya yang membedakan jika TOEFL IBT testnya lewat komputer sedangkan IELTS untuk speaking-nya berhadapan langsung dengan native speaker. Kedua sertifikat hasil test ini sama-sama memiliki daya tawar tinggi karena memang biaya test nya cukup mahal, sekitar 2 jutaan sekali test, dan output dari test ini cukup menjamin keahlian pemegang sertifikat dalam menggunakan bahasa inggris. Namun, bagi rekan-rekan yang negara tujuan studinya ke Inggris atau negara-negara eropa lainnya, rekan-rekan disarankan untuk fokus pada IELTS, karena umumnya mereka lebih menyakini IELTS sebagai jaminan kemampuan bahasa inggris yang akurat. TOEFL IBT di sinyalir sering ada joki sehingga kredibilitas sertifikatnya ada yang meragukannya.

Sertifikat bahasa inggris ini (TOEFL/IELTS) bisa dikatakan sebagai syarat yang utama tapi bukan satu-satunya. Menjadi utama karena tidak hanya beasiswa ke luar negeri, tetapi juga yang dalam negeri juga mensyaratkan sertifikat ini, ini juga menjadi utama karena tanpanya akan jauh panggang dari api. Untuk mendapatkan ini, rekan-rekan harus meluangkan banyak waktu dan fokus dalam persiapannya. Caranya bisa dengan mengikuti kursus-kursus yang fokus pada persiapan tes ini yang programnya banyak menyediakan simulasi-simulasi tes. Melalui simulasi-simulasi tes ini rekan-rekan bisa melihat sejauh mana kemampuannya, apakah telah memenuhi target yang di inginkan atau belum, jika belum, saran saya, rekan-rekan berlatih lagi dan jangan terburu-buru untuk mengikuti real test nya, karena pada umumnya, hasil simulasi tidak jauh berbeda dan bahkan bisa lebih rendah dengan hasil real test nya nanti.

Berkas kedua yaitu surat rekomendasi (recommendation letter). Surat ini termasuk surat berharga karena ia berfungsi untuk menguatkan dan menyakinkan penyedia beasiswa tentang diri kita. Surat rekomendasi ini biasanya di minta dari kalangan akademisi dan tokoh-tokoh. Jika ditanya sebaiknya surat rekomendasinya minta pada siapa, menurut saya yang terpenting adalah akademisi atau tokoh tersebut telah mengenal dekat diri kita, bisa itu dosen pembimbing dan tokoh yang merupakan pimpinan dari organisasi yang pernah kita ikuti, karena surat rekomendasi itu mendeskripsikan tentang diri kita, sehingga akan sulit bagi pemberi rekomendasi kalau ia tidak mengenal dekat diri kita. Berikut ini contoh surat rekomendasi yang diberikan oleh dosen saya:

Contoh Surat Rekomendasi dari Dosen

Untuk mendapatkan surat ini, saya yang pada saat itu berada di kediri, masih menempuh pendidikan persiapan study abroad, belajar bahasa inggris di kampung inggris pare, melampirkan berkas-berkas diantaranya 1) CV, 2) Transkrip Nilai, 3) Surat Permohonan (Request letter) dan 4) Personal Statement. Semua itu di serahkan ke dosen yang bersangkutan, saat itu saya minta tolong adek-adek tingkat saya untuk bantu mengurusnya, (ada Yuniar, Qina, Faizal, Sonia, Rido, Jevri, Duta, Ayu, dkk, semoga Allah membalas kebaikan kalian dengan jannah-Nya. aamiin). Berikut saya lampirkan contoh Request letter dan Personal statement yang saya buat.

Untuk pembahasan ini saya cukupkan dulu, di lain kesempatan saya akan coba bahas terkait berkas-berkas lainnya, insya Allah.

Salam Hunter
Semoga Bermanfaat, Salam Peradaban!

Dalam Penantian Turkish Scholarship Announcement, 22.04.2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s