One Article on One Day

Selama ini saya menghadapi kegelisahan-kegelisahan yang ingin sekali ku ungkapkan, namun semua itu terhalang oleh beberapa persepsi yang muncul dari dalam diri saya. Saya menjaga agar apa-apa yang saya ungkapkan ini tidak menjadi konsumsi publik, seperti kegalauan saya karena menghadapi musim penuh semangat atau kegundahan karena mendapatkan dorongan untuk berbelok arah yang datang dari sang pemberi subsidi. Saya menjaga hal-hal yang bersifat pribadi ini untuk tidak di ketahui khalayak ramai. Entah, mungkin karena karakter bawaan atau karena faktor lingkungan yang mempengaruhi kepribadian saya ini, saya termasuk kurang percaya diri dan pemalu, tidak menyukai menjadi sorotan banyak orang, seperti tampil di depan umum. Saya sebisa mungkin menghindari hal-hal tersebut. Saya lebih menyukai bersembunyi dalam kesunyian, namun penuh karya.

Kegelisahan saya lainnya adalah kondisi yang kontras dari kepribadian saya sendiri, perubahan zaman dan peran yang dimainkan yang justru menginginkan hal yang kebalikan dari kepribadian saya inginkan. Amanah-amanah yang diberikan justru menempatkan saya pada posisi untuk menjadi sorotan publik. Lalu peran sebagai Da’i seolah mendorong untuk membuka diri dan muncul di tengah-tengah umat. Hal lain yang kontras dengan kepribadian saya adalah cita-cita terbesar saya sendiri yaitu menginspirasi melalui karya-karya (baca Sukses Terbesar dalam Hidupku). Untuk bisa menginspirasi, saya juga memerlukan ruang untuk berlatih, menemukan gaya tulis tersendiri.

Menjembati berbagai kegelisahan ini, saya coba membuat program pribadi melalui blog pribadi ini yaitu One Article on One Day. Ini akan menjadi program rutin setiap harinya. Untuk tidak membatasi dan menghambat rutinitas lainnya, saya coba menghadirkan menu baru pada blog ini, yaitu My Diary. Ini akan memberikan kebebasan bagi jemari saya untuk memilih dan mengetikkan kata-kata yang ada dalam pikiran saya dan membebaskan saya dari belenggu tema-tema tertentu yang harus ditulis.

Di samping itu, saya juga ingin meningkatkan kemampuan bahasa inggris saya untuk menyiapkan diri menjadi bagian dari inspirasi dunia dalam pengembangan Islam seperti Syeikh Hamza Yusuf, Dr. Tariq Ramadan, dan aktivis keislaman lainnya di eropa. Berlatih melalui media sosial terkadang melalaikan hati dari niat yang sesungguhnya, saya coba memilih untuk mengekspresikannya melalui blog ini (menu My Practice), karena tidak ada interaksi langsung antara saya dan orang lain dan lebih minimal dalam sorotan langsung orang-orang. Mudah-mudahan dengan ini, niat tetap terjaga dan kontribusi tetap berlanjut.

Dalam Pagi Sunyi tanpa Hp Berbunyi
Bendo, 20 April 2015
Salam Produktif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s