Biaya Hidup di Kampung Inggris

4. Biaya konsumsi (makan-minum)

Selanjutnya adalah masalah pokok bagi seorang manusia yaitu makan dan minum. Saya sengaja menempatkannya pada urutan ke empat, bukan karena menganggapnya tidak lebih penting dari biaya-biaya sebelumnya tapi karena makan dan minum ini bersifat relatif dalam penganggarannya, sementara biaya kursus, tempat tinggal dan sepeda itu bersifat tetap. Rekan-rekan bisa makan dalam waktu sebulan dengan anggaran 600 ribu atau jauh lebih kecil dari itu, sedangkan biaya kursus, rekan-rekan tidak bisa mengurangi biaya yang memang sudah ditetapkan oleh lembaga kursus tersebut.

Namun, walaupun biaya ini bersifat relatif, ia juga tidak bisa di tinggalkan. Tanpanya, kursus yang rekan-rekan jalani juga tidak akan maksimal dan bahkan rekan-rekan bisa jatuh sakit jika kekurangan asupan gizi yang seimbang sementara jadwal belajarnya sangat padat. Konsumsi yang berimbang antara kebutuhan dan ketersediaan finansial rekan-rekan harus rekan-rekan pertimbangkan dalam menganggarkannya.

Masing-masing kita terutama yang sudah terbiasa dengan kehidupan mandiri jauh dari orang tua (merantau) pasti sudah mengetahui dengan baik kebutuhan untuk konsumsi ini berapa besar. Ada yang karena sudah terbiasa dalam waktu sehari makan hanya 2 kali, atau ada yang terbiasa puasa daud, dan mungkin ada juga yang tidak bisa meninggalkan sarapan pagi dan makan siang, sehingga jadwal makan rutinnya 3 kali dalam sehari, dan kemungkinan-kemungkinan lain yang rekan-rekan sendiri mengetahui kondisinya. Maka untuk penganggarannya, rekan-rekan bisa menentukan sendiri berapa jumlah pengalinya nanti.

Berbicara tentang kuliner di Pare. Pare bisa di katakan sebagai salah satu destinasi kulinernya pelajar, karena kulinernya yang beragam dan dengan harga yang bersahabat. Hampir di setiap sudut jalan ada warung makan. Di sepanjang jalan khususnya jalan anyelir dan brawijaya berbagai aneka jajanan tersedia dan karena Pare ini termasuk pasar persaingan sempurna sebagaimana yang saja jelaskan sebelumnya, maka tak jarang rekan-rekan akan temui banyak variasi dalam kulinernya, baik dari produknya langsung maupun dalam penyediaan dan harga.

Saat saya pertama melintasi jalan anyelir dan melihat ada yang jual martabak dengan harga seribu rupiah, saya terkejut dan bertanya-tanya bagaimana bisa, karena saya biasanya di muaradua dan di Palembang, martabak paling murah sekitar 8-10 ribu. Setelah saya teliti, ternyata strategi yang mereka gunakan adalah dengan mengurangi ukuran produknya. Martabaknya tetap dengan kualitas terbaik, hanya saja ukurannya yang lebih kecil. Ini langkah para pedagang disini menyesuaikan dengan kantongnya pelajar. Maka tak jarang nanti rekan-rekan akan menemui hal yang serupa, misalnya roti bakar Rp1000, fried chicken Rp3.000, dll. Bisa dikatakan bahwa kuliner di Pare ini akan memanjakan hasrat kuliner rekan-rekan. Bahkan ada teman satu kelas saya di kelas speaking Daffodils yang tinggal di Jakarta bilang kalau dia betah tinggal di Pare karena disini makannya enak-enak dan murah, beda sama Jakarta yang bla..bla… ^_^

Tansu PareBeberapa tempat kuliner favorit diantaranya ada Tansu (ketan susu), ini tempat nongkrongnya hampir semua kalangan pelajar di Pare, selain karena menunya yang memang pas buat nongkrong, tempatnya yang berada di area pertanian warga menjadikannya tempat yang nyaman untuk melepas kebosanan maupun kegundahan. Tansu juga sering dijadikan lokasi refreshing oleh sebagian lembaga kursus dan camp.

Lalu warung an-nur di jalan Glagah, ini warung menjadi tempat yang paling banyak di kunjungi oleh pelajar, karena lokasinya yang strategis berada di sekitar camp-camp yang berkapasitas besar seperti Alfalfa, zeal, ocean, dll. dan areanya yang cukup luas memungkinkan untuk menampung pengunjung dalam jumlah banyak. Menunya yang beragam serta harga khas pelajar menjadi alasan lain bagi pelanggan setianya untuk berkunjung kesini. Lalu tempat-tempat nongkrong lainnya yang punya kekhasan masing-masing, ada Bamboo Town, Bali House, Jendela Mimpi, dll.

Oke, itu tadi sedikit info tentang beberapa tempat kuliner di kampung inggris, kembali ke masalah anggaran, berikut saya lampirkan informasi harga-harga kulinernya. Informasi harga ini sampelnya di ambil dari warung-warung yang ramai di kunjungi oleh pelajar di jalan anyelir, lamtana, dan glagah, harga sedikit berbeda untuk warung-warung di jalan brawijaya, mungkin karena faktor lokasi yang merupakan jalan raya kabupaten, perlintasan bus Malang, Surabaya-Kediri. Di beberapa camp yang menyediakan warung makan atau ada warung makan di dekatnya juga tidak sama persis dengan harga-harga ini, bisa lebih murah dan juga bisa lebih mahal karena harga ini di pengaruhi juga oleh lokasi tempat tinggal rekan-rekan nantinya. Namun secara general, saya memperkirakannya masih pada kisaran ini harga-harganya;

NO

MENU

HARGA

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

Nasi putihNasi pecel

Nasi goreng

Nasi kuning

Nasi ayam panggang

Nasi soto ceker ayam

Nasi padang

Iga bakar

1000 – 2000

4500 – 5000

5000 – 6000

4000 – 6000

5000 – 6000

3500 – 5000

5000 – 7000

10000 – 12000

1.

2.

3.

Mie gorengMie ayam

Bakso

3500 – 5000

5000 – 6000

5000 – 8000

1.

2.

3.

JuiceEs teh manis

Cappuccino

5000 – 8000

1500 – 2000

3000 – 5000

Berdasarkan tabel harga tersebut, rata-rata untuk menu sederhana untuk satu kali makan seharga 5 ribu sedangkan untuk menu yang sedikit istimewa jika rekan-rekan punya anggaran lebih bisa 8 ribu hingga 15 ribu. Maka untuk menyusun anggaran, di ambil harga rata-rata yaitu 5 ribu-8 ribu per satu kali makan. Jika dalam sehari rekan-rekan makan 3 kali, maka anggaran satu hari berkisar antara 15.000 – 24.000. dan anggaran untuk satu bulan (30 hari) menjadi 450.000 – 720.000.

4. Biaya konsumsi (makan-minum) 15.000-24.0000 Rp@30 Hari Rp450.000 – 720.000

Pages : 1 2 3 4 5 6 7 8

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s