Biaya Hidup di Kampung Inggris

3. Biaya untuk transportasi (sewa sepeda)

Yang menjadi pertanyaan utama terkait sewa sepeda adalah mana yang lebih hemat (efisien) antara sewa sepeda atau beli sepeda. Sepeda memang menjadi alat transportasi utama di kampung inggris ini terutama bagi yang mengambil program di lembaga kursus yang berbeda. Memilih untuk tidak menggunakan sepeda juga adalah sebuah pilihan, tapi konsekuensi jika punya jadwal program yang padat sementara tempat kursusnya berbeda, rekan-rekan akan terhambat tanpanya. Pertanyaan tentang mana yang lebih efisien hadir karena hitung-hitungan matematis akumulasi dari biaya yang harus dikeluarkan.

Memang secara hitung-hitungan angka tanpa memperhitungkan resiko, membeli sepeda jika waktu belajar lebih dari lima bulan lebih menguntungkan. Sewa sepeda selama satu bulan berkisar antara 80-100 ribu, sedangkan membeli sepeda bekas sekitar 500 ribu dan untuk yang baru sekitar 700 ribu. Lima bulan tinggal di pare, biaya sewa yang rekan-rekan keluarkan sudah bisa buat beli sepeda dan asumsi bahwa di akhir ketika program telah selesai kita bisa menjualnya kembali. Untung bukan?

Namun, berdasarkan pengalaman saya pribadi, saya justru mengatakan bahwa sewa sepeda yang lebih baik. Alasannya mengapa, ini terkait dengan perawatan dan keseimbangan anggaran. Saya pertama kali sewa sepeda itu tepat di hari ketiga setelah tiba di pare, umumnya jenis sepeda yang di sewakan ada empat, fixie, ontel, polygon dan sepeda cewek mini. Saat itu saya pilih sepeda fixie karena yang tersedia di tempat saya nyewa cuman ada dua jenis, fixie dan sepeda cewek mini.

Karena sebelum-sebelumnya saya tidak pernah mengendarai sepeda fixie dan saat itu adalah pengalaman pertama menggunakan fixie, saya masih kaku mengendarainya terutama untuk mengerem, dan kekakuan itu berbuah kenangan manis berupa pengalaman nabrak motor pakai sepeda.

Ya, ketika itu di perempatan dekat lembaga kursus Boston sebelum Daffodils, saya yang masih kaku mengendarai fixie itu linglung ketika tiba-tiba ada motor yang lewat di jalan yang akan saya ambil, seketika itu juga, motor tersebut mengerem dan saya menabraknya, dan lucunya, motor yang ditabrak tetap berdiri tegak bersama pengendaranya dan saya yang menabrak malah terjatuh. Bapak yang di tabrak nanya, “kenapa mas, remnya blong ya?” Dan saya jawab, “maaf pak, saya lupa cara ngeremnya, saya biasanya pakai rem tangan, tadi mau ngerem, eh malah di kayuh maju.” Sembari menggaruk-nggaruk kepala karena malu di liat ibu-ibu. Saya suka senyum sendiri mengenang kejadian itu.si Biru ku

Akibat tabrakan tersebut, ban depan si Biru ku (sebutan kuda besiku ini selama di pare) jadi ringsek. Rasa khawatir dan was-was karena merusak barang sewaan ini menambah rasa sakit kakiku yang terjatuh ketika tabrakan, awalnya gak berani melapor ke pemilik sepeda bahwa sepedanya sudah saya rusak, tapi saat itu saya paksakan karena saya tidak bisa ikut kelas kalau sepeda tidak segera diperbaiki. Tapi Alhamdulillah, pemilik sepedanya justru bersikap sebaliknya, Masnya pertama justru menanyakan kondisi saya bukan sepedanya dan bilang “sepedanya di tinggal dulu, nanti saya perbaiki, untuk sementara kamu pakai sepeda yang lainnya aja dulu.” Alhamdulillah, rasa syukurku dalam hati. Dan setelah selesai diperbaiki, masnya tidak minta biaya perbaikan karena sudah menjadi bagian dari layanan penyewaan, padahal kerusakan pada sepedanya cukup parah.

Itulah salah satu keuntungan jika rekan-rekan menyewa. Saya membayangkan saat itu kalau saja sepeda itu bukan nyewa tapi sudah menjadi hak milik, sudah saya beli, maka saya harus merogoh kantong lebih dalam lagi untuk menggantinya dengan ban baru, atau pada kasus lain ketika bannya kempes, rantainya kendur dan permasalahan-permasalahan lainnya yang tidak bisa kita prediksikan. Selain layanan perbaikan, Alhamdulillah setiap bulannya si Biru dapat layanan service gratis juga, jadi bisa kembali prima.

Untuk menyewa sepeda ini biasanya pemilik usaha sewanya akan meminta rekan-rekan untuk meninggalkan KTP atau identitas lainnya. Untuk biaya sewa si Biru, saya awalnya dikenakan harga sebesar Rp80.000,- tapi setelah tiga bulan, pemilik sewanya mengurangi harganya menjadi Rp70.000,-.

Alasan lain mengapa sewa sepeda lebih baik, menurut saya adalah keseimbangan anggaran. Apa yang dimaksud dengan keseimbangan anggaran yaitu semua post anggaran mendapatkan bagiannya. Jika kita memilih untuk membeli sepeda, otomatis kita butuh dana dalam jumlah besar dalam satu waktu. Ini akan menyebabkan post anggaran lainnya tidak mendapat bagian khususnya bagi rekan-rekan yang memiliki dana terbatas yang nerimanya sebulan sekali (kiriman dari ortu).

Misalkan rekan-rekan berangkat ke pare masih menggunakan subsidi dari orang tua, dana yang dikirim sebesar 1 juta, dana tersebut diperuntukkan untuk semua kebutuhan selama sebulan. Dengan dana sebesar 1 juta, rekan-rekan memilih untuk membeli sepeda seharga 500 ribu, maka bisa dipastikan rekan-rekan akan mengalami ketimpangan anggaran, akibatnya bisa tidak ikut program, atau tidak bisa makan (puasa selama sebulan), dan sebagainya.

Jadi, silahkan rekan-rekan pertimbangkan mana yang lebih baik menurut kondisi keuangan masing-masing dan pertimbangan resiko-resiko seperti yang saya ceritakan sebelumnya. Jika memilih untuk menyewa, rekan-rekan bisa anggarkan sekitar 80-150 ribu. Jika berniat mau membeli, rekan-rekan anggarkan sekitar 500-700 ribu.

3. Biaya untuk transportasi (sewa sepeda)   Rp80.000-150.000,-

Pages : 1 2 3 4 5 6 7 8

One thought on “Biaya Hidup di Kampung Inggris

  1. liburan sudah dekat tapi belum punya rencana…?
    mau belajar bahasa Inggris sambil liburan ?
    yuk ke Elfast Kampung Inggris tersedia berbagai Program pembelajaran bahasa Inggris : Speaking, Grammar,Translation,Writing, Pre TOEFL ITP, TOEFL ITP, TOEFL IBT, IELTS, TOEFL camp dan Camp Reguler
    Info Lebih lanjut :
    http://www.elfast-pare.com
    Jln Kemuning Tulungrejo Kampung Inggris Pare Kediri
    0354 3999844

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s