Pencari Ilmu yang Bangkrut

Hindari MaksiatWahai para pencari ilmu…
Jika menurut Rasulullah saw orang yang bangkrut adalah orang yang suka mencaci dan memfitnah orang lain yang di akhirat amalannya di alihkan pada si fulan yang di caci dan di fitnah dan jika tidak mencukupi, dosanya fulan pun menjadi tanggungan, maka izinkan saya menambahkan kategori lain orang yang bangkrut itu.

Orang yang bangkrut lainnya itu adalah pencari ilmu yang bermaksiat. Ia menjalankan aktivitas mencari ilmu seperti mengumpulkan dedaunan satu per satu ke dalam keranjang, tapi dalam waktu bersamaan juga menjalankan aktivitas yang membuat ilmu itu lepas seperti membolongi keranjang yang sedang di isinya.

Adakah kita lupa dengan kisahnya Imam Syafi’i yang derajat pehamanannya dan kefaqihannya dalam ilmu pengetahuan sangat tinggi jika dibandingkan dengan kita, pernah mengalami kejadian yang merugikan. Pada saat itu, ada seorang perempuan yang lewat di depan Imam Syafi’i dan tersingkap kainnya sehingga betisnya tertangkap oleh penglihatan beliau. Seketika itu pula, 40 (empat puluh) hafalan hadist beliau hilang.

Wahai para pencari ilmu…
Sadarkah kita, apa yang membuat keranjang itu bolong?
Tahukah apa yang membuat aktivitas mengumpulkan dedaunan (red. mencari ilmu) itu menjadi sia-sia?

yaitu.. MAKSIAT
…..M-A-K-S-I-AT…..
ya maksiat yang kita lakukan baik yang tidak apalagi yang dengan sengaja kita lakukan.

Saya sendiri pun sadari ini ketika pemahaman tidak berkembang, hapalan tidak bertambah dan justru lupa kian menggerogotinya, bahkan ketika ingin menambah hapalan, tantangannya luar biasa sulitnya, seperti angin kencang mempermainkan pemungut daun memungut daunnya.

Wahai para pencari ilmu…
Sadarilah bahwa ilmu itu hakikatnya adalah cahaya (nur-Nya Allah) dan cahaya itu tidak mungkin diberikan (ditunjukkan) kepada pelaku maksiat. Seperti siang dan malam, seperti bulan dan matahari, keduanya tidak mungkin hadir dalam waktu dan tempat yang sama.

Sadarilah, ketika kita masih bertahan dengan maksiat yang kita lakukan, sejatinya kita sedang menuju kebangkrutan, ada berapa banyak materi, tenaga dan waktu yang kita habiskan untuk sesuatu yang sia-sia ini? Pengorbanan yang kita berikan tidak sebanding dengan hasil yang kita dapatkan. Lebih besar pengeluaran daripada pemasukan, tidakkah ini sesuatu kerugian (red. kebangkrutan)?

Wahai para pencari ilmu…
Maka, bersegeralah untuk bertaubat, bersegeralah meninggalkan maksiat dan bersegeralah raih keuntunganmu di dunia lagi di akhirat. Jadikan aktivitas memungut daunmu itu (red. mencari ilmu) menjadi aktivitas yang bermanfaat lagi penuh keberkahan serta terjauh dari kesia-siaan. Semoga keranjangmu tidak lagi bolong sehingga bisa segera terisi penuh.

*Tulisan ini merupakan nasihat untuk penulis pribadi yang sedang menuntut ilmu jauh dari bumi kelahiran.

Semoga Bermanfaat, Salam Peradaban!
Pare, 17.9.2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s