Tahap Kedua di Mulai : Belajar ke Pare

Saya lebih suka menjalankan apa yang sudah direncanakan dengan matang meskipun kemungkinan akan berbuah dengan kegagalan daripada menerima tawaran-tawaran yang menjanjikan keberhasilan tetapi bukan bagian dari rencana.

“Lebih baik menerima kegagalan atas sesuatu yang kita rencanakan daripada menerima keberhasilan yang kebetulan. (anonim)”

Hidup ini memang pilihan dan dalam proses memilih tentu kita harus ada prinsip yang di jadikan sandarannya, tidak asal dalam memilih. Prinsip yang digunakan pun haruslah berlandaskan pada tujuan, apa tujuan kita? apakah prinsip yang digunakan menguatkan kita untuk mencapai tujuan atau tidak? Seperti halnya ketika kita ingin melakukan perjalanan, sangat penting untuk kita memastikan terlebih dahulu kemana kita akan pergi (tujuan), lalu mencari informasi seluas-luasnya cara untuk sampai ke tempat tujuan, ketika kebutuhan informasi terpenuhi, kita di hadapkan dengan berbagai macam cara yang bisa kita lakukan untuk sampai pada tujuan, lalu kita memilih salah satu cara dengan alasan bahwa pilihan cara tersebut dapat mengantarkan kita lebih cepat dan lebih efisien untuk mencapai tujuan. Alasan yang kita gunakan dalam memilih itulah yang disebut dengan prinsip.

Prinsip-prinsip yang dipakai dan diyakini masing-masing orang pasti berbeda karena prinsip merupakan sesuatu yang relatif dan ia terbentuk berdasarkan pengalaman hidup masing-masing individu, ada yang di bentuk oleh nilai-nilai agama, ada juga oleh nilai-nilai kehidupan lingkungannya, namun kesemua itu tidak berarti baku sehingga tidak mungkin untuk berubah, prinsip juga memiliki kemungkinan untuk berubah seiring perjalanan hidup masing-masing individu. Dari kesemua itu yang terpenting adalah prinsip harus tetap berlandaskan pada tujuan.

wisuda ke 113 unsri

Dan pada proses pemilihan pilihan hidup saya kali ini, di tengah tawaran lowongan kerja yang menjanjikan, dengan memegang salah satu prinsip hidup “Lebih baik menerima kegagalan atas sesuatu yang kita rencanakan daripada menerima keberhasilan yang kebetulan.” saya memutuskan untuk merealisasikan apa yang sudah di rencanakan ketimbang menerima tawaran-tawaran tersebut dan rencana itu adalah menjalankan tahap kedua persiapan perburuan beasiswa Turki yaitu meningkatkan skill bahasa asing.

Pada tahap kedua, meningkatkan skill bahasa asing khususnya bahasa inggris, saya memilih untuk belajar ke kampung inggris Pare yang berada di kabupaten Kediri Jawa Timur. Pilihan untuk belajar hingga ke ujung timur pulau jawa ini karena keterbatasan pada diri saya pribadi yang belum mampu maksimal belajar secara mandiri walaupun ada begitu banyak metode berserta perangkat belajarnya yang disediakan di internet. Menyadari bahwa kemampuan bahasa inggris sudah menjadi kebutuhan, hampir semua instansi baik instansi penyedia lowongan kerja maupun penyedia beasiswa mensyaratkan kemampuan bahasa ini, apalagi menjelang pasar bebas ASEAN yang akan segera di buka pada 2015 ini nanti. Maka pilihan untuk belajar hingga ke negeri China gak ada salahnya kan?

Di awal ketika mendengar teman menyebutkan kampung inggris, saya membayangkannya kampung sebagaimana layaknya perkampungan yang saya ketahui, hanya saja yang membedakan dengan kampung lainnya yaitu penggunaan bahasa kesehariannya. Bayangan saya tentang itu sebenarnya sudah mendekati benar hanya saja berdasarkan artikel yang saya baca, ternyata kampung inggris pare itu tempat berkumpulnya banyak lembaga kursus bahasa, kurang lebih ada 50 lembaga kursus di area tersebut. Di karenakan banyaknya lembaga itulah area tersebut di sebut kampung inggris. Hal ini tentu membalikkan persepsi awal saya yang membayangkan bahwa metode belajar yang di terapkan adalah metode make it a habit, melalui aktivitas sehari-hari di kampung tersebut kita di biasakan untuk menggunakan bahasa inggris dan bukan melalui proses belajar di lembaga kursus. Ternyata persepsi saya itu keliru, di kampung inggris pare ini kita masih belajar khalayaknya bimbel atau lembaga kursus yang pernah kita ikuti, hanya saja yang membedakannya adalah lingkungan dan program pengajaran lembaganya.

Salah satu keuntungan banyaknya lembaga kursus ini adalah jaminan kualitas masing-masing lembaga karena faktor persaingan mengharuskan mereka untuk lebih unggul dari lembaga yang lainnya. Banyaknya lembaga juga memberikan alternatif pilihan yang lebih bervariatif bagi kita yang ingin belajar kesana. Namun perlu di perhatikan juga bahwa dengan banyaknya lembaga ini juga akan membingungkan kita dalam memilih lembaga yang akan kita ikuti.

Berdasarkan studi pustaka yang saya lakukan di beberapa artikel yang di tulis oleh mereka yang pernah belajar disana ada beberapa hal yang harus di pertimbangkan ketika memutuskan untuk belajar kesana dan mulai membuat rencana belajar disana, di antaranya :

  1. Program apa yang akan kamu ambil?
  2. Berapa lama durasi waktu yang kamu miliki untuk belajar disana? dan
  3. Berapa banyak budget yang kamu miliki?

Ketiga pertanyaan mendasar ini saling berkaitan dan dengan menjawab ketiga pertanyaan mendasar ini kita akan di pandu dalam membuat perencanaan. Jangan malas dalam membuat perencanaan, keberhasilan dalam merencanakan merupakan modal awal penentu keberhasilan dalam mengikuti program belajar disana nanti. Berikut saya contohkan rencana belajar saya selama 4 bulan disana nanti;

Terkait program apa yang harus di ambil, ini sangat berkaitan erat dengan tujuan atau target yang ingin kita capai dari proses belajar disana nanti (red. Output), memang pada dasarnya tujuan kita sudah jelas yaitu kita belajar kesana untuk menjadi ahli dalam menggunakan bahasa inggris, namun hal itu masih terlalu umum, perlu di perjelas lagi, pada bagian mana yang benar-benar ingin kita tingkatkan, apakah speaking, listening, grammar, reading, writing, TOEFL, IELTS etc.

Target atau tujuan saya secara spesifik dalam program belajar ini nanti adalah persiapan tes TOEFL guna memenuhi syarat pendaftaran beasiswa Turki, lalu kemampuan speaking yang merupakan modal dasar dalam berinteraksi ketika studi di luar negeri nanti, lalu kemampuan writing+translate dan reading+listening sebagai kebutuhan dalam proses belajar dan menyusun tesis bila Allah memperkenankan untuk lanjut studi ke luar negeri nanti. Jadi ada 4 program utama yang menjadi fokus saya; TOEFL, speaking, writing+translate, dan reading+listening.

Ketika target atau tujuannya sudah jelas, selanjutnya adalah menentukan lembaga, dalam menentukan lembaga mana yang akan di pilih, tipsnya adalah cari lembaga mana yang unggul dalam program yang kita targetkan tersebut. Dari beberapa artikel yang saya baca tentang rekomendasi lembaga, ada bermacam-macam dan tidak ada yang berani merekomendasikan lembaga kursus mana yang paling bagus karena masing-masing ada keunggulan dan kelemahannya, namun saya bisa menarik benang merah bahwa ada beberapa lembaga yang memang menjadi favorit bagi para pelajar disana berdasarkan pada programnya, untuk speaking rekomendasi utamanya adalah lembaga kursus Daffodils dan untuk segala hal berkaitan dengan grammar, TOEFL  dan Writing rekomendasi utamanya adalah lembaga kursus Elfast.

Lembaga Kursus Favorit di Pare

Tentang durasi waktu belajar, informasi penting yang perlu di ketahui yakni jadwal pembukaan kelas yang sudah menjadi kesepakatan bersama lembaga-lembaga kursus disana yaitu setiap tanggal 10 dan 25 tiap bulannya. Program belajar lembaga-lembaga kursus di pare ini berdurasi antara 2 pekan dan 1 bulan, ada yang memiliki tingkatan (level) sehingga harus di lanjutkan di waktu selanjutnya dan ada juga yang sekali berjalan selesai, semua tergantung program yang kita rencanakan sebelumnya. Saran dari artikel yang saya baca, dalam menentukan jadwal jika kita memiliki waktu yang cukup lapang, di bulan pertama sebaiknya mengikuti kelas speaking terlebih dahulu, sehingga di bulan-bulan selanjutnya kita sudah bisa bersosialisasi dan mengikuti camp, dan bila mengambil kelas speaking sebaiknya jangan mengambil kelas grammar secara bersamaan karena grammar menuntut kita untuk selalu sesuai dengan tata bahasa yang mana ini akan menghambat kita dalam mengembangkan kemampuan speaking.

Menjelaskan sedikit tentang camp, masih dari artikel yang saya baca, tempat tinggal di kampung inggris ini ada dua jenis, kos-kosan biasa dan camp. Perbedaan mendasar keduanya adalah peraturan penggunaan bahasa pada masing-masing lokasi, jika kos-kosan biasa itu tidak di atur tentang penggunaan bahasanya, mau dalam bahasa indonesia atau bahasa inggris terserah, berbeda halnya bila di camp, penggunaan bahasa di atur secara ketat, full 24 jam harus menggunakan bahasa inggris dan bahkan ada sanksi bila sampai melanggar. Sehingga disarankan jangan mengikuti program camp ini di bulan pertama. Berikut jadwal rencana belajar saya di kampung inggris;

RENCANA BELAJAR DI KAMPUNG INGGRIS, PARE
WAKTU KURSUS
LEMBAGA PROGRAM WAKTU BIAYA
Sept 2014 Daffodils Speaking Step One 1 Bulan 280,000
Webster Ground Vocabulary 2 Minggu 160,000
Eminance Pronunciation 2 Minggu 190,000
Webster Plenty Vocabulary 2 Minggu 160,000
Okt 2014 Elfast Paket Efast 1 1 Bulan 490,000
Nov 2014 Elfast Writing 1 Bulan 235,000
Global E Translate 2 Minggu ?
Des 2014 Elfast TOEFL ITP 1 Bulan 320,000
Elfast TOEFL IBT 2 Minggu 330,000
Global E Reading & Listening ? ?
TOTAL 2,165,000

Pada tabel di atas dapat di lihat bahwa saya merencanakan mengambil lebih dari satu program dalam satu bulannya, pertimbangan saya mengambil lebih dari satu program adalah optimalisasi waktu yang kita miliki disana, apalagi jarak antara lembaga satu dan lembaga lainnya berdekatan kecuali elfast yang jaraknya berjauhan dari lembaga lainnya dan yang terpenting lainnya adalah jadwal antara program-program yang di ambil tidak dalam waktu bersamaan.

Tentang budget, ini memang menjadi hal yang krusial bagi golongan menengah ke bawah untuk belajar kesana. Selain biaya (SPP) yang saya tampilkan di dalam tabel di atas, biaya lain yang harus di pertimbangkan juga adalah biaya konsumsi, transportasi, dan tempat tinggal (kosan). Untuk konsumsi, berdasarkan informasi yang saya dapatkan, harganya cukup bersahabat, berkisar 5-7 ribu rupiah, jadi asumsikan saja sehari 20 ribu. Lalu untuk transportasi, alat transportasi utama disana adalah sepeda dan harga sepeda barunya berkisar 120 ribu rupiah sedangkan biaya sewa 80 ribu rupiah per bulan, saran jika durasi waktu belajar lebih dari satu bulan, sebaiknya beli sepeda baru daripada menyewa dan bila ingin lebih hemat lagi, kita bisa membeli sepeda bekas milik pelajar yang sudah selesai. Untuk kos-kosan, harga berkisar 200-400 ribu rupiah, harga sesuai dengan fasilitas kosannya. Jadi bila di buat anggaran per bulannya kurang lebih seperti ini;

Bulan 1

  • Biaya konsumsi   30 Hari @ Rp20.000            Rp 600.000,-
  • Transportasi (beli sepeda baru)                      Rp 120.000,-
  • Kosan (standar 2 orang/kamar)                      Rp 300.000,-
  • SPP (ini tergantung program yang di ambil)    Rp 280.000,- *
    Total                                                               Rp 1.300.000

*SPP di tambah biaya pendaftaran sebesar Rp80.000,- untuk SPP liat selengkapnya disini.

Bulan 2 dan Bulan Selanjutnya*

  • Biaya konsumsi   30 Hari @ Rp20.000            Rp 600.000,-
  • Kosan atau Camp                                            Rp 300.000,-
  • SPP (ini tergantung program yang di ambil)    Rp 280.000,-
    Total                                                                Rp 1.180.000

*Di bulan kedua dan seterusnya, biaya transportasi yang berkurang.

Kurang lebih seperti itulah kebutuhan dana untuk belajar disana, jangan terlalu terbebani kalau ternyata biayanya cukup memberatkan, jujur saya secara pribadi sebenarnya tidak memiliki dana sebanyak itu, saya hanya bermodalkan nekad tapi nekad beriman bukan nekad buta, bekal seadanya dari ortu dan uang pinjaman teman. Kita yakin saja, jika niat kita baik dan kita yakin bahwa Allah ridho dengan niat kita itu, insya Allah jalan itu terbentang lebar, Allah membukakan pintu-pintu rezeki yang mungkin sama sekali kita tidak pernah sangka-sangka. insya Allah.

Teruntuk kalian yang berniat untuk belajar ke kampung inggris pare juga, mungkin itu sedikit informasi yang bisa saya bagikan, hanya saja informasi yang saya bagikan ini adalah informasinya akademisi bukan informasi praktisi karena saya mendapatkan informasi ini melalui studi pustaka bukan berdasarkan apa yang saya alami, sehingga jika ada yang tidak sesuai dengan realitanya, akan saya informasikan lagi ketika tiba disana nanti (insya Allah tanggal 9 September 2014).

Semoga Bermanfaat, Salam Peradaban!
Dago, 4.9.2014

Referensi

http://www.kampunginggris.co.id/
http://kampunginggris.in/
http://www.dedyirawan.net/kampung-inggris/rekomendasi-tempat-kursus-bahasa-inggris-di-kampung-inggris-pare.asp
http://adipamuji.wordpress.com/2013/01/19/rekomendasi-tempat-kursusles-di-kampung-inggris-pare/
http://edukasi.kompasiana.com/2013/06/04/10-lembaga-kursusan-paling-dicari-di-kampung-inggris-565702.html

One thought on “Tahap Kedua di Mulai : Belajar ke Pare

  1. Yuk liburan sambil belajar Bahasa Inggris di Elfast English Course Kampung Inggris Pare Kediri, memiliki program belajar Grammar,Speaking,TOEFL,TOEFL IBT dan IELTS serta TOEFL Camp dan English Camp Info lebih lanjut :
    0354 399844
    Twitter : @elfastcourse
    Like Fanpage : Elfast ENglish Course
    http://www.elfast-pare.com
    Jln Kemuning Kampung Inggris Pare Kediri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s