Jangan Pernah Merasa Penting dalam Dakwah ini

sombongAkumulasi agenda dakwah yang tinggi bisa menumbuhkan benih penyakit hati berupa kesombongan. Kesombongan yang didasari perhitungan kita atas pengorbanan yang sudah diberikan bagi dakwah ini, seperti waktu, materi dan tenaga yang kita peruntukkan bagi dakwah ini.

Kesombongan itu muncul dalam wujud keengganan, berupa keengganan menerima masukan dari orang lain, keengganan untuk diperintah oleh orang lain, keengganan untuk turun bersama-sama dengan para jundi dalam melakukan aktivitas-aktivitas dakwah.

Kesombongan itu juga bisa muncul dalam wujud lain berupa kebanggaan diri. Bangga atas pencapaian-pencapaian yang telah diraih di jalan dakwah ini sehingga punya anggapan bahwa kalau bukan karena saya, mungkin ini itu. Merasa sebagai bagian penting dari dakwah ini.

Saya suka mengibaratkan penyakit hati ini seperti kaca yang berdebu. Hati kita sebagai kacanya dan kesombongan sebagai bagian dari penyakit hati, itu debunya. Memang, sejatinya kita tidak pernah menginginkan debu itu menempel di kaca, tapi angin yang membawanya. Angin itu berupa kelebihan-kelebihan yang kita miliki ataupun kita capai dalam hal harta,karier maupun jabatan termasuk juga dalam dakwah ini.

Karenanya saya mengajak kita semua, mari kita belajar dan meneladani para amirul mukminin dan Baginda Rasulullah saw. Rasulullah saw yang membina 30 sahabat di masa tiga tahun pertama dengan kualitas terbaik yang pernah ada, terbukti setelah beliau wafat, sahabat-sahabat yang dibinanya mampu menyebarkan Islam hampir ke seluruh penjuru dunia, ibadah yang Rasulullah saw lakukan, banyak dan konsisten siang dan malam, berdakwah dari satu negeri ke negeri yang lain dengan jarak yang cukup jauh, belum lagi kesibukan beliau dalam membina dan mengurusi rumah tangga, maka bila di bandingkan, Rasulullah justru lebih berpeluang untuk berbangga diri dengan semua itu, tetapi justru sebaliknya, Rasulullah saw ketika wafat pun masih merasa sedih dan merasa belum berbuat apa-apa bagi dakwah ini, hal itu kita bisa rasakan saat beliau menyebut “ummati, ummati, ummati” menjelang malaikat israil mencabut nyawanya.

Tauladan lain dari khalifah Umar bin Khattab ra. yang berhasil memperluas wilayah dakwah Islam saat itu dengan kemampuannya dalam mengatur strategi, ketegasannya dalam menjalankan pemerintahan dan keahliannya dalam mengatur perekonomian umat islam saat itu lebih memiliki peluang untuk berbangga diri dan merasa bahwa ia bagian penting dari dakwah ini, tetapi justru sebaliknya, Khalifah Umar justru menangis ketika Allah hadiahkan kemenangan dan harta rampasan perang dari kekaisaran romawi, ia memilih untuk tidur diatas tanah beralaskan tikar, ia memilih untuk melayani saat ia punya peluang untuk dilayani dan merasakan kemewahan.

Sejatinya dakwah ini, ada atau tidaknya kita, ia akan terus berjalan, karenanya jangan pernah merasa penting dalam dakwah ini. Kita yang saat ini berjalan di jalan ini sedang diberikan kesempatan untuk mendulang amal dan pahala dari jalan ini. Jangan sampai kebanggaan semu kita, menjadikan alasan bagi Allah menggantikan kita dengan generasi lain yang lebih baik dari kita.

“Dan janganlah engkau memalingkan mukamu (kerana memandang rendah) kepada manusia, dan janganlah engkau berjalan di bumi dengan berlagak sombong sesungguhnya Allah tidak suka kepada tiap-tiap orang yang sombong takbur, lagi membanggakan diri.” (QS. Al-Luqman 18)

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Maidah: 54)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s