Laba Akuntansi dan Money Income

Mmakalah akuntansioney income berbeda dengan Accounting Income. Accounting Income adalah perbedaan antara realisasi penghasilan yang berasal dari transaksi perusahaan pada periode tertentu dikurangi dengan biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan penghasilan itu. Venon Kam (1986) menggunakan istilah business income yang berarti kelebihan dari harga akhir yang dibayar individu dan lembaga lain atas output perusahaan diatas biaya yang dikeluarkannya.

Penghitungan income atau profit ini sangat sederhana jika transaksi itu completed atau sempurna, tidak ada saldo piutang, sisa persediaan atau aktiva tetap. Semua terjual dan menjadi kas. Untuk kasus seperti ini, laba adalah jumlah kas yang ada setelah semua dikonversikan ke kas pada akhir periode dikurangi dengan jumlah kas (modal awal) pada awal periode. Kalau hasil penjualan barang dan sebagainya Rp15.000,00 sedangkan modal awal adalah Rp10.000,00, laba bisnis adalah Rp5.000,00.

Namun, dalam kenyataannya tidak demikian, apalagi bisnisnya besar dan luas. Di samping ada transaksi perusahaan yang sudah sempurna dilaksanakan, masih banyak lagi transaksi yang belum sempurna dilaksanakan, masih banyak lagi transaksi yang belum sempurna pelaksanaannya, yang masih memerlukan kas tambahan atau pengorbanan lainnya. Mungkin ada piutang, ada persediaan barang, dan ada aktiva tetap yang terus-menerus dipakai dalam proses bisinis. Dalam konteks ini Vernom Kam (1986) memberi dua kemungkinan, yaitu:

  1. Kondisi pasti (certainty), di mana jumlah harga atau kas yang akan diterima atau dibayarkan di masa yang akan datang dapat ditentukan;
  2. Kondisi penuh ketidakpastian (uncertainty) dimana jumlah harga atau kas yang akan diterima atau dibayarkan di masa yang akan datang belum dapat ditentukan secara pasti.

Untuk kasus yang pertama (1), hampir sama dengan kasus sederhana diatas, perbedaannya hanya terletak pada taksiran kas terhadap kondisi dari transaksi yang akan datang yang sudah dapat ditentukan itu. Sementara itu, yang selalu terjadi adalah kasus kedua (2) dimana transaksi kas kebanyakan masih belum menentu baik kejadiannya, waktunya, dan harganya. Untuk itu, kita menghadapi beberapa masalah tentang : nilai ekonomi, harga, modal, skala, pengukuran pertukaran. Nilai ekonomi adalah preferensi seseorang terhadap suatu komoditas berdasarkan kegunaan baginya di masa yang akan datang dibanding dengan komoditas lain. Jika terjadi pertukaran, muncullah harga atau harga pertukaran (exchange price). Harga ini ditetapkan berdasarkan nilai uang. Maka, di sini muncul beberapa bentuk harga, yaitu:

  1. Harga historis (historical cost)
  2. Harga sekarang (current price) atau harga ganti  (replacement cost) atau exit price;
  3. Harga nanti bisa harga ganti nanti, atau harga exit price nanti;
  4. Harga diskonto atau computed amount.

Akuntansi konvensional masih lebih banyak menggunakan harga historis. Harga ini sangat menentukan dalam perhitungan laba, income atau profit. Tetapi dengan FASB 157 mulai digunakan Fair Value.

  1. Modal (Capital)
    Modal adalah aktiva bersih. Laba menaikkan modal atau aktiva bersih. Laba adalah arus kekayaan, sedangkan modal adalah simpanan kekayaan. Oleh karena itu, penentuan laba, yaitu penentuan kenaikan modal juga menyangkut masalah harga juga. Modal bisa berarti financial capital di mana tekanannya adalah nilai uang dari aktiva dikurangi dengan nilai kewajiban yang merupakan kontribusi uang pemilik kepada perusahaan. Physical capital, yaitu di sini difokuskan pada kemampuan fisik dari modal itu untuk memproduksikan barang dan jasa bukan pada nilai uangnnya. Ukurannya adalah kapasitas produksi dari aktiva yang dimiliki.
  2. Replacement Cost Income
    Dalam konsep Replacement Cost Income dikenal dua komponen income, yaitu:

    • Current operating profit yang dihitung dari pengurangan biaya pengganti (replacement cost) dari penghasilan;
    • Realized holding gain and loss yang dihitung dari perbedaan antara replacement cost dari barang yang dijual dengan biaya historis dari barang yang sama. Laba rugi ini dapat dibagi dua, yaitu.
    1. Yang direalisasi dan accrued selama periode itu;
    2. Yang direalisasi pada periode itu, tetapi accrued pada periode sebelumnya.

Dari pembagian ini, menurut Belkaoui, Accounting Income dapat dirumuskan sebagai berikut:

Pa = X + Y + Z

Pa = Accounting Income
X  = Current operating profit
Y   = Realisasi dan accrued holding gain pada periode itu
Z   = Realisasi holding gain pada periode itu, tetapi accrued pada periode sebelumnya

Money Income berbeda dengan Accounting Income dalam hal:

  1. Money income dihitung berdasarkan nilai replacement cost, sedangkan Accounting Income berdasarkan historical cost;
  2. Money income hanya mengikuti gain yang accrued pada periode itu.

Dengan demikian, dapat diketahui bahwa money income dapat dihitung sebagai berikut.

Pm = Pa – Z + W

Pm = Money Income
Pa = Accounting income
Z = Realisasi holding gain and loss pada periode itu accrued pada periode sebelumnya
W = Holding gain and loss yang belum terealisasi

Atau bisa juga dihitung sebagai penjumlahan dari:

  1. Current operating profit atau X;
  2. Realisasi dan accrued holding gain pada periode itu atau Y;
  3. Holding gain dan loss yang belum direalisasi yang accrued pada periode itu.

Contoh:
Dibeli 1.000 unit produk A seharga Rp100,00 per unit. Pada akhir 31 Desember 1999 replacement cost adalah Rp200,00 per unit. Jumlah 1.000 unit dijual pada akhir tahun 2000 dengan harga Rp300,00 per unit. Harga replacement cost adalah Rp250,00 per unit.

1999: Accounting Income adalah           Rp0,-
Pa    = X + Y + Z
= 0 + 0 + 0
= 0

Money income adalah                    Rp1.000,-
Pm         = X + Y + Z
= 500 + 500 + 0
= 1.000,-

2000:  Accounting income adalah           Rp2.000,-
atau 500 + 500 + 1.000                    = Rp2.000,-
Money Income adalah                      Rp1.000,-
atau 500 + 500                                   = Rp1.000,-
atau Pa – Z + W
2.000 – 1.000 + 0                            = Rp1.000,-

Pada tahun pertama accounting income tidak ada laba, namun pada dua periode tersebut accounting income sama dengan money income.

Perbedaan antara laba akuntansi dan laba ekonomi dapat dilihat dari rumus sebagai berikut (Most, 1982).

Accounting Income + Perubahan Aktiva Berwujud yang tidak direalisasi – Perubahan Aktiva berwujud yang terjadi pada awal periode + Perubahan nilai Aktiva Tidak Berwujud = Laba Ekonomi.

(Disalin dari Buku Teori Akuntansi edisi revisi 2011 Bab 11 : Konsep Laba, karya Sofyan Syafri Harahap)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s