Teori Akuntansi : Laba Ekonomi (Economic Income)

Para ahli ekonomilah sebenarnya yang memulai membahas masalah konsep laba ini, kemudian profesi akuntan mengikutinya. Adam Smith menjelaskan bahwa income adalah kenaikan dalam kekayaan. Pengertian ini diikuti oleh Marshall dan kawan-kawan dan dihubungkannya dalam konsep praktik bisnis. Mereka membedakan modal tetap dengan modal kerja, modal fisik, dan laba, dan menekankan pada realisasi sebagai pengakuan laba.

Von Bohm Bawerk pada akhir abad XIX telah memperkenalkan pendapat bahwa laba bukan saja unsur kas, dia memperkenalkan konsep laba nonmoneter. Kemudian pada awal abad XX Fischer, Lindahl, dan Hick menjelaskan sifat-sifat laba ekonomi mencakup tiga tahap, yaitu sebagai berikut.

  1. Physical Income, yaitu konsumen barang dan jasa pribadi yang sebenarnya memberikan kesenangan fisik dan pemenuhan kebutuhan, laba jenis ini tidak dapat diukur.
  2. Real Income adalah ungkapan kejadian yang memberikan peningkatan terhadap kesenangan fisik. Ukuran yang dapat digunakan untuk real income ini adalah “biaya hidup” (cost of living). Dengan perkataan lain, kepuasan timbul karena kesenangan fisik yang timbul dari keuntungan yang diukur dengan pembayaran uang yang dilakukan untuk membeli barang dan jasa sebelum dan sesudah dikonsumsi.
  3. Money Income merupakan hasil uang yang diterima dan dimaksudkan untuk konsumsi dalam memenuhi kebutuhan hidup. Menurut Fischer, money income lebih dekat pada pengertian akuntansi tentang income. Lindahl menganggap konsep laba sebagai interest, yaitu merupakan penghargaan yang terus-menerus terhadap barang modal sepanjang waktu. Perbedaan antara interest dengan konsumsi yang diharapkan pada periode tertentu dianggap sebagai saving sehingga laba dianggap sebagai konsumsi ditambah saving. Hick mengembangkan teori Fischer dan Lindahl tentang economi income. Ia mendefiniskan personal income sebagai:
    Jumlah yang paling tinggi yang dapat dikonsumsikan seseorang selama seminggu dan dia masih mengaharapkan seperti itu pada akhir minggu sebagaimana keadaanya pada awalnya.
    Definisi dapat disederhanakan menjadi :
    Jumlah maksimum yang dapat dikonsumsikan pada periode tertentu dan dia masih tetap mempertahankan modalnya tidak berkurang sebagaimana saldo diawal.

Konsep Capital Maintenance

Menurut konsep ini laba baru disebut ada setelah modal yang dikeluarkan tetap masih ada (capital maintained atau return on capital) atau biaya yang telah tertutupi (cost recovery) atau pengambilan modal return of capital.

Konsep ini dapat dinyatakan baik dalam ukuran uang (units of money) yang disebut financial capital atau dalam ukuran tenaga beli (general purchasing power) yang disebut physical capital.

Berdasarkan kedua konsep ini, konsep capital maintenance menghasilkan empat konsep sebagai berikut (Belkaoui, 1985).

Financial Capital

  1. Money Maintenance, yaitu financial capital yang diukur menurut unit uang.
    Menurut konsep ini modal yang ditanamkan oleh pemilik tetap terpelihara. Laba menurut konsep ini adalah perubahan net asset dengan menyesuaikan transaksi modal yang dijabarkan dalam ukuran uang. Konsep ini sama dengan konsep yang dianut dalam akuntansi konvensional.
  2. General Purchasing Power Money Maintenance, yaitu  financial capital yang diukut menurut tenaga beli yang sama. Menurut konsep ini, tenaga beli dari modal yang diinvestasikan pemilik tetap dipertahankan sehingga menurut konsep ini laba adalah perubahan net asset setelah disesuaikan transaksi modal yang diukur dengan tenaga beli yang sama. Konsep ini sama dengan GPLA (General Price Level Adjusted) Historical Cost Accounting.

Physical Capacity

  1. Productive Capacity Maintenance, yaitu  physical capital yang diukur menurut konsep uang. Menurut konsep ini, kapasitas produksi perusahaan dipertahankan, kapasitas produksi dapat diartikan sebagai kapasitas fisik, kapasitas untuk berproduksi, (volume) barang dan jasa yang sama dan kapasitas/memproduksi nilai barang dan jasa yang sama. Konsep ini sama  dengan Current Value Accounting.
    Current Value (nilai sekarang) dapat dihitung dengan lima metode.
    a. Capitalization atau Present Value Method, yaitu jumlah bersih dari arus kas (kas masuk-kas keluar) yang diharapkan diterima selama umur ekonominya yang didiskontokan pada saat sekarang. Untuk menghitung ini perlu diketahui:

    1. Arus kas yang diharapkan dari penggunaan/penjualan aset tersebut;
    2. Jangka waktu arus kas tersebut;
    3. Jumlah waktu arus kas tersebut;
    4. Jumlah sisa umur aktiva tersebut;
    5. Discount rate (tingkat diskonto).

    b. Current Entry Price, yaitu jumlah kas atau aktiva lainnya yang dibutuhkan untuk mendapatkan aktiva yang sejenis atau yang sama. Istilah yang sering ada adalah sebagai berikut.

    1. Replacement Cost Used adalah jumlah kas yang diperlukan untuk mendapatkan aset yang serupa yang dimiliki umur pemakaian yang sama dipasaran barang bekas.
    2. Reproduction Cost adalah jumlah kas atau aktiva yang diperlukan untuk mendapatkan aset yang persis sama dengan aktiva yang ada sekarang (aset yang baru).
  2. Current Exit Price (net realizable value). Current Exit Price adalah jumlah kas yang diterima atau utang yang dianggap lunas apabila aset tersebut dijual. Umumnya nilai ini bermakna:
    • Harga penjualan yang ada dalam keadaan pasar bebas bukan harga yang timbul karena terpaksa;
    • Harga jual pada saat berlangsungnya pengukuran/pencatatan.

2. General Purchasing Power, Productive Capacity Maintenance, yaitu physical capital yang diukur dengan unit tenaga beli yang sama. Menurut konsep ini kapasitas produksi fisik perusahaan yang diukur dalam unit tenaga beli yang sama dipertahankan. Konsep yang serupa dengan ini adalah GPLA Current Value Accounting.

(Disalin dari Buku Teori Akuntansi edisi revisi 2011 Bab 11 : Konsep Laba, karya Sofyan Syafri Harahap)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s