Lembaga Apa Saja Yang Melakukan Aktivitas Ekonomi Syariah?

85938_pertumbuhan_ekonomi_indonesia1Assalamu’alaikum Wr. Wb. Bapak pengasuh kontak tanya jawab ekonomi syariah yang Saya Hormati, Saya ingin menanyakan lembaga  apa  sajakah  yang  melakukan  aktivitas  ekonomi syariah  dan  apa  bedanya  dengan  lembaga  konvensional? Syukron atas jawabannya. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Jawab :
Wa’alaikumussalam  Wr.  Wb. Ada  beberapa  lembaga  ekonomi  yang melakukan kegiatannya dengan menggunakan sistem ekonomi syariah, diantaranya adalah :

A. Perbankan syariah mempunyai ciri-ciri tersebut :

  1. Bank  syariah  menjadikan  uang  sebagai  alat  tukat bukan komoditi yang diperdagangkan.
  2. Bank  syariah  menggunakan  cara  bagi  hasil  dari keuntungan jasa atas transaksi riil bukan sistem bunga sebagai imbalan terhadap pemilik uang yang besarnya ditetapkan di muka.
  3. Resiko usaha akan dihadapi bersama antara nasabah dengan bank syariah dan tidak mengenal selisih negatif (negative spread).
  4. Pada bank syariah terdapat Dewan Pengawas Syariah (DPS)  sebagai  pengawas  kegiatan  operasional bank  syariah  agar  tidak  menyimpang  dari  nilai-nilai syariah.

B. Asuransi syariah mempunyai ciri-ciri antara lain :

  1. Asuransi syariah menggunakan akad tolong-menolong bukan akad jual beli.
  2. Dana yang terkumpul dari peserta asuransi akan tetap menjadi  milik  peserta  asuransi  bukan  menjadi  milik perusahaan. Karena itu perusahaan asuransi syariah hanya  berperan  sebagai  pengelola  dana  (mudharib) bukan penentu investasi.
  3. Pembayaran  klaim  peser ta  menggunakan  dana kebajikan  ( tabarru’ )  bukan  dana  milik  perusahaan asuransi.
  4. Pada  asuransi  syariah  terdapat  Dewan  Pengawas Syariah (DPS) sebagai pengawas kegiatan operasional asuransi syariah agar tidak menyimpang dari nilai-nilai syariah.

C. Pegadaian syariah mempunyai ciri-ciri antara lain :

  1. Biaya  administrasi  pegadaian  syariah  berdasarkan barang bukan pada  prosentase yang didasarkan pada golongan barang.
  2. Pada pegadaian syariah 1 hari dihitung 5 hari bukan 15 hari.
  3. Jasa  simpanan  berdasarkan  simpanan  bukan berdasarkan uang pinjaman.
  4. Bila  pinjaman  tidak  dilunasi  barang  pinjaman  akan dijual kepada masyarakat bukan dilelang.
  5. Uang  pinjaman  90  %  dari  nilai  taksiran  bukan  92  % untuk golongan A dan  untuk golongan BCD 88-86 %.
  6. Penggolongan  nasabah  pegadaian  syariah  D-K-M-I-L bukan P-N-I-D-L.
  7.  Jasa  simpanan  dihitung  dengan  konstanta  dikali taksiran  bukan  dengan  prosentase  dikali  uang pinjaman.
  8. Maksimal jangka waktu di pegadaian syariah 3 bulan bukan 4 bulan.
  9. Kelebihan  uang  hasil  dari  penjualan  barang  tidak diambil  oleh  nasabah  dan  bukan  menjadi  milik pegadaian  melainkan  diserahkan  kepada  Lembaga ZIS.

D. Pasar Modal syariah

Investasi  syariah  dalam  surat  berharga  pasar  modal mengambil bentuk sertifikat investasi bagi hasil, margin, pendapatan sewa menyewa jangka waktu tertentu (obligasi syariah) dan saham-saham dalam  Islamic Index. Hal-hal penting yang diperhatikan dalam investasi syariah di pasar modal adalah :

  1. Klasifikasi substansi entitas sesuai syariah, artinya tidak bergerak di industri minuman keras, pengepakan daging  non  halal,  bank  atau  lembaga  keuangan konvensional, perjudian, senjata, dan pornografi.
  2.  Transparansi  dalam  cara  masuk  ke  substansi investasi.
  3. Manajemen aktiva yang berkualitas.
  4.  Perkiraan profil resiko dan hasil.
  5. Lingkungan investasi sesuai peraturan yang berlaku.
  6.  Tingkat  likuiditas  atau  jangka  waktu  investasi  dan perolehan hasil.

E. BMT (Baitul Mal wat Tamwil)

Merupakan lembaga keuangan mikro yang dioperasikan dengan prinsip bagi hasil, menumbuhkembangkan bisnis usaha  mikro  dalam  rangka  mengangkat  derajat  dan martabat serta membela kepentingan kaum fakir miskin, ditumbuhkan  atas  prakarsa  dan  modal  awal  dari  tokoh-tokoh  masyarakat  setempat  dengan  berlandaskan  pada sistem  ekonomi  yang  salaam  :  keselamatan  (berintikan keadilan), kedamaian, dan kesejahteraan.

Demikian  penjelasan  dari  kami,  semoga  bermanfaat  dan memberikan  pemahaman  yang  lebih  mendalam  kepada Sahabat  Dina  tentang  ekonomi  syariah.  Wallahu  ‘alam  bis shawab. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Sumber : Copas dari E-Book “Tanya Jawab Ekonomi Syariah” karya M. Nadratuzzaman Hosen dan AM. Hasan Ali tahun 2007 yang diterbitkan oleh Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (pkes publishing) Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s